Pages

Kamis, 13 Juni 2013

Aku Belum

Carilah orang yang tidak memintamu apa-apa, tetapi kamu mau memberikan segala-galanya -Dee dalam Perahu Kertas


Ya. Seperti itu. Kamu sudah. Tetapi aku belum :)

Sabtu, 11 Mei 2013

57-84

57-84 bukan hanya sekedar angka biasa, melainkan angka yang dimiliki oleh orang-orang yang dipersatukan dalam kelas praktikum. Ada yang orangnya ribut, sangat motil, kalem, rajin, woles, modus, semua ada disini. Pada mulanya aku sendiri ga nyangka kalo jadinya temen-temen yang punya nomor-nomor ini bakalan sekelas terus dalam satu kelas praktikum. Eh ternyataa setelah berjalannya 4 semester selalu bersama, walaupun pada awalnya ada yang ga masuk dalam shift praktikum ini dan baru masuk pas semester 2. Ada juga yang asalnya bareng-bareng dari semester pertama sampai semester dua dipindah ke shift lain. Tinggalah tersisa orang-orang dengan npm 57-84.

Kelas praktikum yang isinya 57-84 ini yg aku rasain jadi kelas praktikum ter-ribut diantara shift praktikum kelas A (kayanya sih ini, tapi udah pasti deng ._.). Shift praktikum dengan jumlah laki-laki terbanyak diantara kelas A. Mungkin gara-gara itu juga jadi paling ribut haha. Ada yang nyanyi-nyanyi lah, gosip, ketawa ketiwi,  bahkan ngemodus. Udah diingetin sama hampir semua aslab yang ngaslabin kelas ini juga tetep aja gitu, ribut. Harus banyak sabar kalo ngaslabin shift praktikum ini hehe

57-84 ini juga kelas praktikum ter-modus. Hampir di setiap lab yang aslabnya cewek pasti dimodusin sama anak-anak cowonya, ga semua cowonya sih tapi hampir semua. Pokoknya siap-siap aja deh buat teteh-teteh yang ngaslabin kelas kita dimodusin hihi. Aku aja (dan kayanya semua penghuni shift 57-84) udah kebal sama semua gombalan dan modusan salah satu dan beberapa anak cowok di kelas praktikum ini.

Kelas ini juga kelas ter-beda. Maksudnya beda itu, ya ga sama kaya kelas-kelas praktikum lain. Waktu semester 3 shift praktikum ini dapet dosen yang lebih 'tegas' dari kelas yang lain di salah satu lab. Cara SCL (Student Center Learning) nya juga beda. Tapi, manfaatnya kerasa banget pas bikin laporan praktikumnya alias lapak. Setiap detailnya dijelasin dengan jelas. Ga cuma itu, semester ini juga tetep gitu. Tapi yang sekarang lebih kerasa banget manfaatnya, jadi kalo ujian praktikum ga terlalu tegang (semoga). Itu 'beda' yang menghasilkan efek positif. Yang negatif? gatau negatif gatau positif sih ini haha, kelas praktikum ini lebih sering kuis dibanding kelas praktikum lain. Pernah juga dikasih kuis modul buat minggu depannya lagi yang sama sekali belum dipelajari dan belum dibaca gara-gara ribut selama praktikum ck.

57-84 juga shift praktikum terwoles se-kelas A. Gimana engga, ngerjain lapak semalem sebelumnya. Kalo hari Jumat pagi, dimana shift lain pada ngegabung-gabungin bagian lapak satu kelompoknya di kelas, shift ini masih woles2 aja bolak-balik ke kantin, ngobrol, bengong, dll. Mau dibikin secepat apapun deadlinenya, pasti ujung-ujungnya deadline jadi h-1, bahkan h-beberapa jam. Bikin tugas kuliah yang dikumpulinnya minggu depan, anak-anak yang lain sehari setelah diberikan tugas langsung pada ngerjain, didiskusiin di kelas, nah kalo dari 57-84 kebanyakan baru ngerjain sehari atau bahkan semalem sebelum dikumpulin, close enough lah ya.

Itu lah 57-84, ribut, modus, beda, woles, tapi tetep cinta. Titik dua tereksitasi. ❤❤❤


Kamis, 09 Mei 2013

Bintang

Saat ini sedang hujan lebat
Langit menjadi sangat gelap
Tapi aku masih tetap bisa melihat bintang itu bersinar terang
:)

Kamis, 07 Maret 2013

Wortel, Telur dan Kopi

Jadi, pas lagi baca sebuah buku ada kisah inspiratifnya nih..
Ada seorang anak dan ayahnya. Suatu hari, si anak mengeluh tentang kehidupannya yang sulit dan penuh dengan masalah. Kemudian sang ayah mengajak anaknya ke dapur. Disiapkannya tiga buah panci yang berisi air sambil dipanaskan di atas kompor. Lalu sang ayah memasukkan wortel, telur dan kopi ke dalam panci-panci tersebut. Didiamkannya 3 buah panci tersebut selama kurang lebih 20 menit. Si anak tak mengerti apa yang dimaksud oleh ayahnya dan tak sabar untuk bertanya apa maksud dari semua ini. Setelah 20 menit, sang ayah menyuruh anaknya melihat hasil rebusan tersebut. Si anak pun mengambil masing-masing hasil rebusan.
"Wortel menjadi lunak, Telur menjadi keras, dan kopi merubah warna air dalam panci menjadi warna kopi, apa maksudnya yah?", kata si anak.
"Nah, itulah hidup. Tinggal bagaimana sifat kita setelah mendapatkan satu masalah, apakah kita menjadi lunak seperti wortel, keras seperti telur, atau mempengaruhi warna lingkungan sekitar kita seperti kopi".

Kamis, 21 Februari 2013

Aku dan Kamu

Ada orang yang tidak kunjung menemukan jodohnya hingga tutup usia. Ada juga mereka yang menikah muda. Ada yang diam-diam cinta. Ada yang tebar sini-sana. Ada yang memendam perasaannya. Ada yang tidak berani untuk sekedar menyapa. Ada yang berusaha sekuat tenaga. Ada yang selalu berdoa. Ada yang pasrah saja. Ada yang salah duga. Perihal jodoh memang tidak selalu sederhana. Di antara itu semua, di manakah aku dan kamu berada?

- kuntawiaji via tumblr

Jumat, 01 Februari 2013

Happiness is Simple

Suka liat kan hashtag #HappinessIsSimple atau #BahagiaItuSederhana di twitter atau dimanapun?
Itu bener kok, terbukti. Misalnya, seperti hal yang aku alamin. Keliling toko buku besar di kota Bandung sendirian, walaupun ga beli buku satu pun (emang lagi kurang dana aja tuh -_-) tapi tetep bikin seneng. Ga peduli jaraknya yg jauh-jauhan, bensin yang banyak kepake. Random memang, tapi tetep bisa bikin bahagia. Yang kedua, pagi-pagi mau belanja ke warung ketemu tetangga-tetangga dan senyum ke mereka yang ketemu di jalan. Hanya dengan memberi senyum, ga mesti keluar uang, tapi tetep bikin seneng dan bikin semangat menjalani hari.
Sebaliknya, punya barang-barang mahal plus merk ternama, punya gadget tercanggih, punya rumah sesuai impian, punya kendaraan paling bagus, punya uang banyak, dan sebagainya ga ngejamin datengnya kebahagiaan. Hal kaya gini udah sering ditulis sama banyak orang kok. Ngutip dari sebuah buku
money can buy amusements but not happiness
Bahagia itu relatif. Setiap orang punya kebahagiaan yang berbeda-beda, punya kebahagiaannya sendiri. Kebahagiaan itu bukan dicari, tapi diciptakan. So, ciptakan kebahagiaanmu sendiri :D

Hai~

*bersihin debu blog*