Pages

Sabtu, 11 Mei 2013

57-84

57-84 bukan hanya sekedar angka biasa, melainkan angka yang dimiliki oleh orang-orang yang dipersatukan dalam kelas praktikum. Ada yang orangnya ribut, sangat motil, kalem, rajin, woles, modus, semua ada disini. Pada mulanya aku sendiri ga nyangka kalo jadinya temen-temen yang punya nomor-nomor ini bakalan sekelas terus dalam satu kelas praktikum. Eh ternyataa setelah berjalannya 4 semester selalu bersama, walaupun pada awalnya ada yang ga masuk dalam shift praktikum ini dan baru masuk pas semester 2. Ada juga yang asalnya bareng-bareng dari semester pertama sampai semester dua dipindah ke shift lain. Tinggalah tersisa orang-orang dengan npm 57-84.

Kelas praktikum yang isinya 57-84 ini yg aku rasain jadi kelas praktikum ter-ribut diantara shift praktikum kelas A (kayanya sih ini, tapi udah pasti deng ._.). Shift praktikum dengan jumlah laki-laki terbanyak diantara kelas A. Mungkin gara-gara itu juga jadi paling ribut haha. Ada yang nyanyi-nyanyi lah, gosip, ketawa ketiwi,  bahkan ngemodus. Udah diingetin sama hampir semua aslab yang ngaslabin kelas ini juga tetep aja gitu, ribut. Harus banyak sabar kalo ngaslabin shift praktikum ini hehe

57-84 ini juga kelas praktikum ter-modus. Hampir di setiap lab yang aslabnya cewek pasti dimodusin sama anak-anak cowonya, ga semua cowonya sih tapi hampir semua. Pokoknya siap-siap aja deh buat teteh-teteh yang ngaslabin kelas kita dimodusin hihi. Aku aja (dan kayanya semua penghuni shift 57-84) udah kebal sama semua gombalan dan modusan salah satu dan beberapa anak cowok di kelas praktikum ini.

Kelas ini juga kelas ter-beda. Maksudnya beda itu, ya ga sama kaya kelas-kelas praktikum lain. Waktu semester 3 shift praktikum ini dapet dosen yang lebih 'tegas' dari kelas yang lain di salah satu lab. Cara SCL (Student Center Learning) nya juga beda. Tapi, manfaatnya kerasa banget pas bikin laporan praktikumnya alias lapak. Setiap detailnya dijelasin dengan jelas. Ga cuma itu, semester ini juga tetep gitu. Tapi yang sekarang lebih kerasa banget manfaatnya, jadi kalo ujian praktikum ga terlalu tegang (semoga). Itu 'beda' yang menghasilkan efek positif. Yang negatif? gatau negatif gatau positif sih ini haha, kelas praktikum ini lebih sering kuis dibanding kelas praktikum lain. Pernah juga dikasih kuis modul buat minggu depannya lagi yang sama sekali belum dipelajari dan belum dibaca gara-gara ribut selama praktikum ck.

57-84 juga shift praktikum terwoles se-kelas A. Gimana engga, ngerjain lapak semalem sebelumnya. Kalo hari Jumat pagi, dimana shift lain pada ngegabung-gabungin bagian lapak satu kelompoknya di kelas, shift ini masih woles2 aja bolak-balik ke kantin, ngobrol, bengong, dll. Mau dibikin secepat apapun deadlinenya, pasti ujung-ujungnya deadline jadi h-1, bahkan h-beberapa jam. Bikin tugas kuliah yang dikumpulinnya minggu depan, anak-anak yang lain sehari setelah diberikan tugas langsung pada ngerjain, didiskusiin di kelas, nah kalo dari 57-84 kebanyakan baru ngerjain sehari atau bahkan semalem sebelum dikumpulin, close enough lah ya.

Itu lah 57-84, ribut, modus, beda, woles, tapi tetep cinta. Titik dua tereksitasi. ❤❤❤


Kamis, 09 Mei 2013

Bintang

Saat ini sedang hujan lebat
Langit menjadi sangat gelap
Tapi aku masih tetap bisa melihat bintang itu bersinar terang
:)

Kamis, 07 Maret 2013

Wortel, Telur dan Kopi

Jadi, pas lagi baca sebuah buku ada kisah inspiratifnya nih..
Ada seorang anak dan ayahnya. Suatu hari, si anak mengeluh tentang kehidupannya yang sulit dan penuh dengan masalah. Kemudian sang ayah mengajak anaknya ke dapur. Disiapkannya tiga buah panci yang berisi air sambil dipanaskan di atas kompor. Lalu sang ayah memasukkan wortel, telur dan kopi ke dalam panci-panci tersebut. Didiamkannya 3 buah panci tersebut selama kurang lebih 20 menit. Si anak tak mengerti apa yang dimaksud oleh ayahnya dan tak sabar untuk bertanya apa maksud dari semua ini. Setelah 20 menit, sang ayah menyuruh anaknya melihat hasil rebusan tersebut. Si anak pun mengambil masing-masing hasil rebusan.
"Wortel menjadi lunak, Telur menjadi keras, dan kopi merubah warna air dalam panci menjadi warna kopi, apa maksudnya yah?", kata si anak.
"Nah, itulah hidup. Tinggal bagaimana sifat kita setelah mendapatkan satu masalah, apakah kita menjadi lunak seperti wortel, keras seperti telur, atau mempengaruhi warna lingkungan sekitar kita seperti kopi".

Kamis, 21 Februari 2013

Aku dan Kamu

Ada orang yang tidak kunjung menemukan jodohnya hingga tutup usia. Ada juga mereka yang menikah muda. Ada yang diam-diam cinta. Ada yang tebar sini-sana. Ada yang memendam perasaannya. Ada yang tidak berani untuk sekedar menyapa. Ada yang berusaha sekuat tenaga. Ada yang selalu berdoa. Ada yang pasrah saja. Ada yang salah duga. Perihal jodoh memang tidak selalu sederhana. Di antara itu semua, di manakah aku dan kamu berada?

- kuntawiaji via tumblr

Jumat, 01 Februari 2013

Happiness is Simple

Suka liat kan hashtag #HappinessIsSimple atau #BahagiaItuSederhana di twitter atau dimanapun?
Itu bener kok, terbukti. Misalnya, seperti hal yang aku alamin. Keliling toko buku besar di kota Bandung sendirian, walaupun ga beli buku satu pun (emang lagi kurang dana aja tuh -_-) tapi tetep bikin seneng. Ga peduli jaraknya yg jauh-jauhan, bensin yang banyak kepake. Random memang, tapi tetep bisa bikin bahagia. Yang kedua, pagi-pagi mau belanja ke warung ketemu tetangga-tetangga dan senyum ke mereka yang ketemu di jalan. Hanya dengan memberi senyum, ga mesti keluar uang, tapi tetep bikin seneng dan bikin semangat menjalani hari.
Sebaliknya, punya barang-barang mahal plus merk ternama, punya gadget tercanggih, punya rumah sesuai impian, punya kendaraan paling bagus, punya uang banyak, dan sebagainya ga ngejamin datengnya kebahagiaan. Hal kaya gini udah sering ditulis sama banyak orang kok. Ngutip dari sebuah buku
money can buy amusements but not happiness
Bahagia itu relatif. Setiap orang punya kebahagiaan yang berbeda-beda, punya kebahagiaannya sendiri. Kebahagiaan itu bukan dicari, tapi diciptakan. So, ciptakan kebahagiaanmu sendiri :D

Hai~

*bersihin debu blog*

Senin, 02 Juli 2012

Selamat Jalan, Akhi

perpisahan, lagi-lagi perpisahan
Siang itu, aku benar-benar mengalami yang namanya petir di siang bolong.
Aku mendapatkan kabar bahwa salah satu kerabat dekat, sahabat, guru, teman SMA ku meninggal dunia. Tentu saja aku kaget, bukan aku saja tapi semua orang yang mendapatkan kabar itu. Jelas saja, alm tak pernah terdengar kabarnya, apalagi kabar sakitnya. Tangis pun pecah.
Itulah kuasa Allah. Jika Allah sudah berkehendak, maka jadilah.
Dua tahun sekelas, tidak sedikit kenangan yang diberikan. Tulisan di bawah pun hanya sebagian kecil dari semuanya.

Akhi.. inget ga akhi suka minjem catetan? inget ga semua orang-orang di kelas fotocopy jawaban LKS fisika akhi karena cuma akhi yang sangat semangat ngerjain lks fisika itu.
Akhi inget ga waktu akhi ulang tahun yang ke-17. Dimarahin sama guru Biologi, pas banget hari itu akhi giliran story telling, dan pulangnya semua orang di kelas kena serangan coklat kuenya akhi.
Akhi inget ga waktu kita kalah main uno trus disuruh bikin video, trus pas itu tuh lagi masa-masanya nge-cat kelas
Akhi inget ga waktu kita rame-rame ikut mipalicious di unpad.
Akhi inget juga ga waktu kita rame-rame belajar sekelas menjelang UN dan SNMPTN sepulang sekolah dan nonton film rame-rame di kelas sampe sore bangetdisaat kelas sebelah belajar bareng
Aku masih inget waktu besoknya tes masuk IT telkom yang jalur beasiswa, aku private fisika sama matematika ke akhi, belajar semua soal-soal yang memungkinkan buat keluar. Sabarnya mau ngajarin aku yang ga ngerti-ngerti fisika sampe sekarang.
Aku masih inget wajah akhi kalo lagi ngebully aku dan aku suka bawa-bawa umur biar aku menang, ketawanya akhi, trus kalo lagi ngumpul kelas suka ngabisin snack hehe :')

Masih ada catetan akhi buat aku di kertas pesan-kesan dari anak-anak sekelas waktu pertemuan terakhir pemantapan bahasa inggris: "Mba, mksh iia sdh bnyk bntu sy, trus sring minjemin bku ctetn. Klo nikah, jgn lupa ngundang2 ya ... hehe ..."
Aku juga masih inget, sebutan mba itu asalnya dari penjaga tiket di kebun raya cibodas bogor yang memanggilku dengan sebutan 'mba' dan aku sering marah kalo disebut dengan sebutan mba sama akhi.

Ini adalah sticker yg alm bikin buat setiap orang yang kenal dekat dengan alm. Alm menuliskan karakter yang berbeda sesuai dengan orang yang dituju olehnya

Selain itu, alm juga ngasih gantungan kunci bikinannya saat aku ulang tahun yang ke 18, dimana waktu itu lagi masa-masanya tegang nunggu hasil SNMPTN tulis. Alm bikin backgroundnya lambang ITB sama unpad (dan hal ini sering ditanya sama orang-orang), soalnya waktu itu aku pernah minta saran saat masa-masa sulit untuk mengganti pilihan mengikuti saran orang tua dan meninggalkan itb, impian dari kecil. Dan doa di dalam gantungan kunci itu pun terkabul, aku masuk farmasi unpad. Begitu pun boneka gajahnya, yg alm kasih nama 'Echa' katanya kependekan dari Ganeca dan alm bilang "itu semua semoga dapat memberikan motivasi agar dapat meraih cita-cita ukhti. Ya walaupun ga kuliah di ITB tapi ukhti harus punya kualitas yang tidak kalah dengan mahasiswa ITB dan ingat selalu mantra-mantra yang ada di belakang gantungan kunci itu"
Oh ya, 'mantra-mantra' yang di belakang gantungan kunci itu adalah pepatah islam diambil dari trilogi novel "Negeri 5 Menara". Ah ya, kita sama-sama nunggu novel terakhirnya keluar bukan? Nanti kalo udah terbit, aku kasih tau ke akhi deh :')




Yang paling sering diinget tentang alm itusuka bilang "Klo nikah undang2 ya" ke setiap orang dan alm bilang "ntar kita ngumpul lagi di acara nikahannya, hayo siapa yang duluan nikah" Karena itu juga alm sering disebut ustadz cinta haha :')
Kalo ada acara masak-masak kelas juga, alm suka bantuin ikut masak. Mengucapkan salam juga. kalo ngirim sms ke alm tanpa mengucapkan salam pasti tetep dibales sama "Waalaikumussalam w.w" sebagai teguran halus untuk mengucapkan salam terlebih dahulu. Satu lagi yang khas dari alm itu emot --> n_n

Agak menyesal juga, mengapa kita harus berhenti saling cerita, saling kontak semenjak keluar dari SMA dan mendapatkan tempat kuliah masing-masing. Kata maaf dan terima kasih pun belum sempat terucap, bahkan melihat wajah terakhirmu secara langsung pun tak sempat. Maaf, kalo aku masih suka nangisin akhi, aku tau kalo aku nangis akhi juga sedih, hanya saja masih dalam tahap pembelajaran untuk mempelajari ikhlas secara menyeluruh. Untuk menulis ini pun, aku mencoba untuk tidak mengeluarkan air mata setetes pun, namun ya tau lah..
Terima kasih buat semua yang telah akhi berikan
Terima kasih buat semua saran dan solusi saat aku ada di masa-masa sulit baik itu saat berhubungan dengan hati atau pun saat sulit pindah pilihan
Terima kasih telah menjadi guru yang sabar
Terima kasih buat semua kenangan-kenangannya
Terima kasih telah memimpin kelas dengan sangat baik, akhi memang sosok pemimpin yang patut diteladani
Terima kasih banyak memberikan pelajaran berharga buat aku, tentang ikhlas, tentang kesederhanaan, tentang kekuatan. Akhi adalah sosok terkuat yang pernah aku kenal.


Ya, sahabat sepertimu sangatlah sulit dicari dan sulit untuk dilupakan. Allah sayang sama akhi, semua orang sayang sama akhi. Lihat, begitu banyak yang mendoakan yang terbaik untuk akhi.
Selamat jalan sahabatku, Ujang Wahyudin, semoga kita dapat dipertemukan kembali di Syurga-Nya yang indah nan abadi kelak nanti :')