Pages

Senin, 05 Desember 2011

read this

Sebuah Cerita Tentang Kuliah

Lama nih ga nulis, sibuk kuliah dan tugas, belum lagi waktu pas masa-masa ospek dulu *derita mahasiswa tingkat awal*
setelah kurang lebih 5 bulan menggeluti carut marut kehidupan kampus, aku merasa semuanya jauh sangat berbeda dengan kehidupan putih-abu. salah, jika anda mengira kuliah itu sesantai yang ditayangkan di ftv-ftv stasiun tv swasta. bisa haha-hihi kapan aja, bisa pulang kapan aja, bisa nongkrong kapan aja, banyak waktu kosong dan sebagainya. *kalau jadwal kuliah nyantei apa engga sih itu gimana fakultasnya*. Berhubung aku berada di fakultas yang tingkat kesibukan dan kepadatan jadwalnya tinggi jadi ya ga ngerasain hal itu.

Kuliah. hm kuliah..
ekspektasinya sih ya itu tadi yg kaya di ftv-ftv. Tapi....
kuliah itu ga sempet belajar di rumah
kuliah itu ga sempet main
kuliah itu bikin jurnal terus
kuliah itu bikin lapak terus
kuliah itu bikin ngebatin terus
kuliah itu ga tidur
kuliah itu tidur waktu dosen nerangin
kuliah itu deg-degan takut sebelumnya ada kuis
kuliah itu utsnya suram
kuliah itu bikin jajan terus
kuliah itu ngecengin senior

Belum lagi waktu masuk ke masa-masa jenuh. Rasanya males ngerjain apa-apa. Bawaannya pengen tidur mulu lah, main lah, dsb. Dan.. yang lebih saya rasakan adalah individualisme. Setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan apa yang mereka mau dengan caranya sendiri. Mau ada temen yang ketinggalan kek, apa kek, ini kek, itu kek, ga peduli yang penting tercapai. Tapi hal itu ga terlalu mencolok sih di fakultas saya karena waktu mabim diajarkan untuk peduli *walaupun hanya terasa pada masa itu*

Ada lagi, berjam-jam di lab menjadi hal yang biasa sekarang. Bahkan nanti mungkin ada yang nyampe seharian. Jadi, ini belum seberapa. Masih banyak hal yang lebih berat di depan sana yang mau tak mau harus dihadapi.

Tapi, di lain sisi aku punya pewarna baru yang bikin semangat waktu lagi males, bikin senyum waktu lagi sedih, dan siap membantu kalau ada kesulitan,




Agak aneh memang tulisan kali ini, tidak terstruktur. Ya ini efek nulis di tengah mengerjakan tugas #alibi. *lanjut mengerjakan tugas*

Senin, 01 Agustus 2011

Every Cloud Has a Silver Lining

This year is a determiner of my future. In this year I was graduated from high school and continued my study to the university. In fact, go to university isn’t easy. I found some difficulties at this.

Two months ago, finally me and all my school friends passed the national exam. no one didn’t pass it. It meant I must decided the university that I wanted. In this year also, the national selection for college entrance or SNMPTN in bahasa, separated into two, SNMPTN undangan and SNMPTN tulis. SNMPTN undangan is selection without any test but selected based on report mark and we can choose two university and three majoring in each university as our choices. SNMPTN tulis is selection with test like every year before. But, not all students could join SNMPTN undangan. Students who could join this selection is just student who included in rank 1-20 constantly since semester three until semester five. Luckily I could join SNMPTN undangan and in that time one of my university choices is ITB, my dream university, majoring pharmacy.

Actually, I felt pessimist that I could pass SNMPTN undangan, because there were so many competitor in this selection and usually mark of foreign student is bigger than student in the capital city. When I wait for the result, I joined selection for scholarship and selection based on report mark or PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan in bahasa) at some university for the preparation if I didn’t pass at anywhere. Unfortunately, I failed at all, so I really wished I could pass SNMPTN undangan. Then, when the result of SNMPTN undangan came out, what I had thought was right. I didn’t pass SNMPTN undangan. it meant I must fought in SNMPTN tulis.

In the first time I got the result, I tried to not feel blue because from the beginning I had felt pessimist. But, when some of my classmates told me that they passed it, I started to turn green with envy and then burst into tears. They could get their dream university easily, without any test. Then my mom calm me down and said “Maybe it isn’t your way to raise your dream, calm down, you still can join SNMPTN tulis and more careful to choose the choices.” Because of that result, my mom asked me to replace my choice. Of course it was very difficult for me replacing my dream since I was in junior high school. I really confused either I keep choose my dream university or follow my mom’s advice. I also asked for guide by istikharah. After I did istikharah, I felt more confidence to follow my mom advice, because the blessing of God is the blessing of parents. I worried I would regret my decision if I didn’t follow my mom’s advice. So, I decided for choose another university that has lower passing grade than ITB as my choice in the same major, although I knew that interested people in this university isn’t too different with ITB. After that, I tried to study harder for raising it.

The day that SNMPTN tulis would be held was came. First day of SNMPTN tulis I felt depressed because the questions were out of my estimate. It was really a bolt from the blue. Then, when I arrived at home, I matched my answers with answers from a course. I found many mistakes in my answers. That day became a black day ever. Next, I did the test in second day with my best. After finished the test I just could pray more, wished for the best. I was afraid to see the result when the day which it would be announced, because I felt a little bit traumatic since the announcement of SNMPTN undangan result. In every cloud there’s a silver lining. That day was a red letter day since I passed SNMPTN tulis. I felt very touched because finally I saw my parents’ proud smile. I don’t know what I could be if I didn’t follow my mom’s advice. Finally I become a college student now :') 
and it's the best birthday present i've ever get, thanks Allah :')

Sabtu, 09 Juli 2011

Senin, 27 Juni 2011

It should be ...

tebak kawan hari ini tanggal berapa? yap tanggal 27 Juni 2011. Emang ada apa di tanggal 27 Juni? baca aja deh di postingan aku sebelum-sebelumnya *nanya sendiri, jawab sendiri* :p

harusnya malem ini seneng
harusnya malem ini bahagia
harusnya malem ini hari paling berkesan
harusnya malem ini ga galau
harusnya malem ini ga sedih
harusnya malem ini malem paling indah
harusnya malem ini ...
harusnya, harusnya, ya harusnya ...

andai aja kejadian 9 bulan yang lalu ga terjadi *nahloh apaan tuh udah 9 bulan* pasti kalimat-kalimat yang diatas itu ga pake 'harusnya'.
Setelah berpikir, menimbang dan merenung, aku sadar apa yang telah aku lakuin (red: galau) selama ini hanya membuang waktu. Ya, ini memang hal sulit. Bagaimana aku bisa lupa begitu saja kalo apa-apa yang bareng dia selalu berkesan dan bikin susah lupa. Gimana kita ketemu, gimana kita deket, gimana dia bilang kata" itu, gimana kita bareng-bareng, gimana kita marahan, gimana kita pisah, gimana... banyak deh.

Aku tau mungkin apa yang udah aku lakuin ini berlebihan. Harusnya aku lebih ikhlas, lebih sabar, lebih kuat. Mungkin sekarang dia kesel, ga suka atau kecewa gara-gara aku begini. Dia udah percaya banget kalo aku bisa kuat dan bisa nerima semuanya, tapi apa yang telah aku lakuin? Ternyata selama ini aku belum bisa sekuat itu. Aku selalu berusaha buat lebih ikhlas, sabar dan kuat namun belum menghasilkan hasil yang signifikan *halah*

Maaf kalo selama itu aku bikin kecewa kamu. Doain aku terus ya hei kamu suapaya aku bisa lebih kuat dan ikhlas. Aku ga mau ngecewain kamu, ngerusak kepercayaan kamu, ya aku ga pernah mau!
Ikhlas, ikhlas, ikhlas ayo Lalaaaa! semangaaat! Ga akan ada yang ngerubah ini semua selain diri kamu sendiri. Let it flow, make it easy. 'cause everything will beautiful at its time *kalimat yang terakhir ini agak maksa tapi biarin* :D

Kamis, 09 Juni 2011

welcome 18 :)

Sekarang aku sedang berada di penghujung umur 17. Yap! Dalam hitungan jam, 18 akan segera datang. Waktu setahun itu tak terasa, suka duka berhasil dilewati walupun tak selalu seperti yang diinginkan. Ada yang beda di tahun ini, ada yang hilang *selain umur*. Tapi yaa sudahlah, mungkin itu yang terbaik :)
Ga banyak berharap di tahun ini. Aku hanya ingin lulus SNMPTN tulis 2011 di pilihan pertama dan bisa melihat senyum bangga yang tergambar di wajah kedua orang tuaku saat aku lulus di tempat yang terbaik bagiku untuk melanjutkan pendidikan. Aamiin Ya Rabbal Alamin..