Pages

Minggu, 21 September 2014

"Seberapa besar kita boleh berharap? Sebesar kapasitas hati kita untuk menampung rasa kecewa" -Nazrul Anwar

Terbaik

Pernahkah kamu meminta sesuatu yang kamu inginkan? Atau bahkan sangat kamu inginkan? Pernahkan kamu berpikir bahwa yang kamu inginkan itu adalah sudah pasti baik bagimu? Jika pernah, sayangnya itu salah.

Coba buka saja terjemahan surat Al Baqarah ayat 216,
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak."

Seperti itu. Aku sudah beberapa kali mengalaminya. Diantaranya saat memilih universitas saat SNMPTN tertulis 3 tahun lalu dan saat memilih laboratorium untuk melaksanakan penelitian tugas akhir.
Saat memilih tempat kuliah, sebenarnya saya tidak ingin masuk universitas tempat aku kuliah sekarang, tapi institut sebelah. Berkali2 aku minta agar diberikan pilihan yang terbaik olehNya. Akhirnya, aku pun secara perlahan diyakinkan untuk memilih universitas ini.

Begitu pun saat memilih departemen dan laboratorium untuk penelitian tugas akhir. Sebenarnya aku menginginkan untuk melakukan penelitian di luar laboratorium alias dry lab. Sudah meng-apply lamaran penelitian untuk proyek penelitian seorang dosen yang kebetulan penelitiannya tersebut memang dry lab. Namun, Allah berkehendak lain, akupun ditolak. Kemudian aku bergegas mencari dosen lain yang masih satu departemen dan alhamdulillahnya ketemu. Tapi aku merasa masih kurang sreg dengan pilihan ini. Kemudian terus meminta untuk segera diyakinkan, diberi kelancaran dan diberi yang terbaik. Beberapa minggu setelah mengalami kegalauan yang tak kunjung berujung, akhirnya aku pun memutuskan untuk berputar 180 derajat dengan memilih wet lab dan memilih salah satu laboratorium yang sangat aku hindari untuk penelitian tugas akhir, tapi ternyata malah jadinya di laboratorium tersebut. Mungkin saja itu yang terbaik menurut Allah

Jangan samakan ini dengan pasrah, karena artinya amat sangat berbeda. Begitulah. Apa yang menurut diri kita baik belum tentu baik menurut Allah, tapi apa yang menurut Allah baik, itu sudah pasti baik bagi hamba-hambaNya.

Minggu, 17 November 2013

Guruku, Pahlawanku

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Penggalan lirik diatas udah pasti ga asing lagi di telinga kita. Istilah "Guru, pahlawan tanpa tanda jasa" itu emang bener banget. Ibu Bapak guru yang udah ngajarin kita banyak hal dari mulai taman kanak-kanak sampai sekarang ga ada yang minta imbalan apapun. Beliau-beliau cuma ingin anak didiknya sukses dan dapat menerapkan ilmu yang diberikannya walaupun, mungkin, kita akan lupa dengan beberapa diantaranya atau beliau lupa nama-nama anak didiknya. Bicara soal guru, jadi guru itu ga mudah, apalagi jadi guru SD. Tiap hari ngajarin banyak pelajaran dengan sifat siswa yang beragam karena di SD itulah lagi dalam masa-masa pembentukan karakter. Dibandingin sama guru SMP, SMA dan dosen yang murid-muridnya udah bisa mengatur segalanya sendiri.

Nah itu lah yang aku rasain di pertemuan 3 FBI (Farmasi Berbagi Ilmu) sabtu lalu. Tiba-tiba aja disuruh masuk ke kelas 2 SD sama temen, karena emang kita cuma ngajarin yang kelas 3, 4 sama 5 aja dan aku sendiri juga ga termasuk ke tim pengajar soalnya udah masuk jadi panitia duluan sebelum open recruitment pengajar *sedih*. Dan setelah masuk kelas.............. Welcome to The Jungle. Dimana-mana manggil, mau ini mau itu. Anak laki-lakinya lari-larian terus, sobek-sobekin kertas buat bikin pesawat terbang kertas, naik-naik ke meja, keluar lewat jendela, keluar masuk kelas, luar biasa. Belum lagi ada yang nangis gara-gara temennya, dibujuk gimana-gimana susaaah banget, sampe harus disogok coklat yang untungnya aku lagi bawa coklat pas itu.

Karena bingung mau ngapain, aku dan salah satu temenku ngajarin apa yang udah diajarin sama tim pengajar di kelas kelas sebelumnya (dan kebetulan aku memperhatikan, alhamdulillah ) seperti belajar bahasa inggris, sambil nyanyi, bahasa jepang dll. Sampe akhirnya bingung mau ngapain lagi kita cuma nyamperin anak-anak di bangkunya masing-masing, sekalian pengen tau nama-namanya sih tapi ternyata ngapalin nama itu susah banget, tapi lebih susah ngapalin nama-nama obat sih *ga usah ditanya*. Pas disamperin ada yang pemalu banget, ada yang nanya terus, ada yang cerita terus tentang semua hal termasuk tentang keluarganya, ada yang ga mau ditanya malah lari-lari, ada juga yang nanya-nanya jam istirahat mulu. Lucu bangett, polos banget sih mereka semua.

Sampe pada akhirnya, ada salah seorang di antara mereka minta tanda tangan aku. "Buat apa tanda tangannya?" kata aku. Terus katanya "buat kenang-kenangan kak, sama nama lengkapnya ya kak". Ga lama dari itu, "Kak, sama nomer hp nya juga yaa". Aku tulis deh semua permintaan dia. Eh ga lama kemudian, temen-temen sekelasnya pada ngikutin minta ttd sama nomer hp, berebutan semua pengen kebagian duluan haha. Aku bilang, "duh kakak jadi kaya artis aja nih dimintain tanda tangan" dan salah satu diantara mereka nyeletuk "abis kakak kakaknya cantik-cantik sih" terus ada yang nanya "kak, kenapa sih mahasiswa itu cantik-cantik?" apa korelasinya coba? haha emang anak-anak itu polos banget ckck. Abis dari luar bentar ditanyain dari mana. Cuma jalan ke deket pintu pun ditanyain mau kemana. How sweet :'

Terus pas udah mau akhir tapi masih pada di kelas, ada yang nanya, "kak minggu depan kesini lagi ga? kesini lagi ya kaaak". Ah jadi sedih minggu depan ga bisa dateng ke SD lagi karena ada tugas angkatan yang ga bisa banget ditinggalin dan minggu depan itu pertemuan terakhir FBI. Lebih sedih lagi pas mereka pada pulang, aaah nyesel baru masuk ke kelas itu sekali.

Sore harinya, masih di hari yang sama, ada nomor ga dikenal sms dan ternyata itu anak kelas 2 yang minta nomer hp langsung sms haha. Dan malem harinya masih di hari itu juga, ada nomor ga dikenal nelpon. Udah takut penipuan aja. Pas telponnya diangkat, "halo kak, ini helma. kakak lagi apa? Minggu depan kesini lagi ga kak? Kakak kapan main kesini lagi?". Sambil pake nada yang malu-malu, emang dia pemalu banget kalo ditanya pasti senyum senyum malu gitu haha how cute.

Walaupun cuma 2-3 jam masuk ke kelas dan cuma hari itu aja, aku udah ngerasain gimana susahnya jadi guru SD apalagi ngajarin yang masih kecil-kecil. Aku bersyukur udah dikasih kesempatan itu, walaupun cuma bentar, udah bisa kenal sama anak-anaknya, bisa deket, bisa ngasih ilmu yang dipunya.
Terima kasih guru-guruku, telah bersabar memberi ilmu dan mengajarkan murid-muridnya dengan penuh kesabaran. Guruku, pahlawanku :)

Kamis, 10 Oktober 2013

#KerjaBakti Festival Gerakan Indonesia Mengajar

Siapa yang ga tau sih Gerakan Indonesia Mengajar. Klo gatau googling aja deh~ Pada minggu lalu, 5-6 Oktober 2013 dilaksanakan Festival Gerakan Indonesia Mengajar di Ancol. Di acara itu, para relawan diminta untuk membuat media pembelajaran yang unik untuk adik-adik di pelosok nusantara dimana pengajar muda ditempatkan. Awalnya sih ga terlalu ingin ikut. Tapi, setelah beberapa teman yang mengajak akhirnya tergiur juga untuk ikut. Apalagi mereka pulang pergi mau naik kereta *hehe.

Jadi h-1 bulan acara ceritanya mau ngirit jajan untuk nabung buat ongkos pulang pergi, makan, jajan dan biaya pendaftaran. Tapi ternyata............... menabung itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ga sedikit godaan yang datang menghampiri. Jajan ini lah, nyoba itu lah, fotocopy slide ini itu dan sebagainya. Bahkan gara-gara ini aku hampir ngebatalin buat pergi ke FGIM yang alhamdulillahnya ga jadi batal.

H-seminggu, aku dan teman-teman yang mau berangkat mulai cari-cari jadwal kereta. Dari yang tadinya mau berangkat tengah malem karena ngejar kereta ekonomi yang harganya Rp 30.000 *biasa, mahasiswa* sampai akhirnya jadi naik kereta eksekutif yang harganya Rp 90.000 haha jauh banget ya. Itu semua karena ga direstui sama orang tua klo berangkat tengah malem. Tapi, rencana Allah memang indah, selalu indah. Waktu buka website kereta api mau liat jadwal kereta eksekutif, ada iklan diskon harga tiket 28% khusus mahasiswa dan pelajar di bulan Oktober hanya dengan memperlihatkan kartu pelajar atau KTM. Alhamdulillah, jadi makin ga sabar nunggu hari H.

Tapi manusia juga hanya bisa merencanakan, sisanya Allah yang tentukan. H-6 aku tiba-tiba demam. Khawatir pastinya, udah langsung mikir ke yang engga-engga. Khawatirnya khawatir ga bisa ikut FGIM bukan khawatir ga bisa kuliah hahaha. Besok2nya dipaksain masuk praktikum tanpa masuk kuliah dan syukurnya ada beberapa yang emang kelasnya dicancel. Selama beberapa hari ke depan tersebut juga aku berusaha untuk meningkatkan sistem imun walaupun emang ga enak makan. Alhamdulillah lagi setelah 2 hari demamnya turun, dan memang udah minum antipiretik juga.

Daaaan tibalah hari Jumat, H-1. Saat itu aku ada kuliah pagi. Ga ada yang aneh sebelumnya, sama seperti hari-hari biasanya. Waktu lagi nulis apa yang diterangkan oleh dosen, aku merasakan ada yang aneh dengan tanganku. Benar saja, ada ruam-ruam merah di punggung dan telapak tangan. Konsentrasiku jadi hilang, karena seingatku aku ga punya alergi apapun. Yang ada di pikiranku saat itu adalah kuliah tersebut cepat berakhir. Setelah kelas selesai, aku segera memeriksa ruam-ruam tersebut dan ternyata ada di sekujur tubuh. Malam harinya, aku pun pergi ke dokter. Setelah masuk ruang dokter, baru juga aku sodorkan tangan dokternya langsung bilang klo itu.... DBD. Deg. Udah takut ga bisa berangkat aja subuhnya. Untungnya dokter bilang ga usah dirawat cuma banyakin minum. Alhmdulillah masih bisa berangkat, klo niat baik itu emang selalu Allah mudahkan :''''''''''')

Tibalah hari keberangkatan itu. Aku bersama teman-teman berangkaat dari stasiun Bandung jam 5 pagi. Waktu yang ditempuh untuk sampai stasiun Gambir kurang lebih 3 jam. Tak sabar rasanya untuk segera sampai disana. Setelah sampai stasiun, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan busway. Udara panas Jakarta begitu terasa, apalagi saat berdesak-desakan di dalam busway. Setelah berdiri di busway selama kurang lebih 20 menit, kami sampai di Ancol. Untuk sampai ke lokasi, dari gerbang Ancol masih harus ditempuh dengan jalan kaki. Lumayan jauh dan cape untuk aku yang memang kurang fit pada saat itu.

Akhirnya sampai juga di Ecovantion Hall Ancol. Sampai disana kami langsung bertemu Bapak Anis Baswedan, penggagas Gerakan Indonesia Mengajar. Tanpaa pikir panjaang kami langsung berfoto dengan beliau

Kemudian dilanjutkan mengantri untuk registrasi dan menunggu shift selanjutnya untuk masuk ke ruangan. Akhirnya kami pun masuk ke ruangan. Pertama masuk pintu, kami langsung masuk kelas orientasi. Disini dielaskan ada wahana apa saja di dalam dan teknis-teknis yang umum. Setelah masuk kelas orientasi, kami diberi kertas kecil yang di dalamnya ada tulisan wahana apa yang harus kami kunjungi pertama kali. Wahana pertama yang kami kunjungi adalah kartupedia. Yeay! Di wahana ini, kami diberi sebuah kartu yang bergambar di salah satu sisinya dan sisi lainnya kosong. Di bagian yaang kosong itu kami harus menuliskan mengenai gambar di kartu tersebut dan dibuat sekreatif mungkin agar adik-adik yang jauh disana tertarik untuk membacanya.

Sebelum ke wahana selanjutnya ada upacara bendera terlebih dahulu. Upacara bendera ini berbeda dengan yang biasanya karena di dalam ruangan dan kolaborasi dengan adik-adik yang ada di seluruh nusantara. Di dalam ruangan semua orang ikut upacara, dari anak kecil hingga dewasa bahkan ada yang lansia masih mengambil andil untuk peduli terhadap pendidikan anak Indonesia. Yang paling bikin merinding adalah saat menyanyikan lagu wajib nasional, yaitu Tanah Air. Dipimpin oleh paduan suara anak-anak nusantara. Kerasa banget "Bhineka Tunggal Ika" nya. Karena dari tiap daerah menyanyikan lagu yang sama namun logat mereka berbeda-beda.

Wahana kedua yang kami kunjungi adalah kemas-kemas sains. Disini kami menyusun 2 alat permainan. Permainan tersebut bukan permainan biasa, melainkan permainan yang ditemukan oleh beberapa adik-adik yang berasal dari pelosok. Keren bukan? Mereka dari pelosok bisa menciptakan permainan yang berbeda, baru, unik. Karena permainan ini mereka menang dalam olimpiade sains. Salah satu diantara mereka adalah Armansyah yang berhasil menciptakan "Papan Armansyah". Sejenis permainan papan seperti monopoli/ular tangga, namun diciptakannya berbeda, lebih edukatif.


Wahana ketiga adalah keping pedia. Disini kami diharuskan memotong sebuah poster besar bertemakan tertentu sesuai dengan pola yang sudah ada. Selain itu, di bagian kosong dari poster tersebut juga kita harus menuliskan kata-kata semangat agar adik-adik yang menerima puzzle ini tetap semangat. Ah ya, ga lupa juga foto-foto di photoboot paling keren di FGIM



Wahana keempat adalah kotak cakrawala. Disini kami harus mengepack buku-buku yang sudah ditentukan jenis dan jumlahnya untuk dikirimkan ke satu desa. Seru banget deh. Walaupun kita hanya bungkus-bungkus buku tapi ini semua besar artinya untuk adik-adik disana. Kecil sih tapi berarti besar, kaya plasmid *loh* Di wahana ini juga udah mulai kerasa cape dan pusing. Karena emang lagi ngga fit mungkin ya.



Wahana terakhir adalah video profesi. Ini adalah kesempatan besar untuk mengenalkan profesi kami ke pelosok nusantara. Semoga nanti banyak penerus yang mau jadi apoteker ya :')

Sebenarnya masih banyak wahana lain seperti surat semangat, sains berdendang, melodi ceria, teater dongeng dan aula Indonesia. Namun karena keterbatasan waktu dan antrian tiap wahana yang panjaaaaaaaaang banget, makin siang makin rame, kami memutuskan untuk kembali ke stasiun. Karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 3. Ga kerasa sama sekali. Padahal kami masuk dari jam 10, coba bayangkannn.

Untuk sampai ke stasiun saja, kami harus berdesak-desakan di halte busway. Ngerasain yang namanya didorong orang-orang, berdiri lama, panas, orang yang ga ramah dll. Setelah lama-lama ngantri ternyata jalur busway menuju Gambir ditutup karena ada ulang tahun TNI di Monas. Terpaksa harus cari arah lain dan jalan kaki lumayan jauh ke stasiun. Sebenarnya klo ga dikejar waktu kereta pasti perjalanan pulang itu asik.

Sampai juga di stasiun setelah ketemu petugas busway yang ga ramah, didorong-dorong orang banyak, diklaksonin pengendara mobil yang ga sabaran setiap nyebrang, sampai kaki bengkak. Ah perjuangan. Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk merasakan perjalanan ini. Akhirnya kami sampai kembali ke stasiun Bandung jam 10 malam. WHAT AN AMAZING DAY, EVER! :'''''

Euforianya masih kerasa sampe sekarang padahal udah H+seminggu. Di acara ini kita bisa melihat betapa banyaknya orang-orang yang masih peduli dengan pendidikan di Indonesia, beribu-ribu orang bahkan. Semoga apa yang telah kami semua lakukan bermanfaat untuk adik-adik di nusantara. Harus lebih banyak bersyukur terhadap segala kemudahan yang kita dapatkan setiap harinya. Bayangkan, untuk mengakses informasi saja mereka kesulitan, mendapatkan buku bacaan pun seperti itu. Berbeda dengan kita yang dapat mengakses segala informasi dalam sebuah genggaman. Percayalah, aksi kecil kita semua di FGIM itu berarti sangat besar untuk adik-adik kita di nusantara.

Kamis, 13 Juni 2013

Aku Belum

Carilah orang yang tidak memintamu apa-apa, tetapi kamu mau memberikan segala-galanya -Dee dalam Perahu Kertas


Ya. Seperti itu. Kamu sudah. Tetapi aku belum :)

Sabtu, 11 Mei 2013

57-84

57-84 bukan hanya sekedar angka biasa, melainkan angka yang dimiliki oleh orang-orang yang dipersatukan dalam kelas praktikum. Ada yang orangnya ribut, sangat motil, kalem, rajin, woles, modus, semua ada disini. Pada mulanya aku sendiri ga nyangka kalo jadinya temen-temen yang punya nomor-nomor ini bakalan sekelas terus dalam satu kelas praktikum. Eh ternyataa setelah berjalannya 4 semester selalu bersama, walaupun pada awalnya ada yang ga masuk dalam shift praktikum ini dan baru masuk pas semester 2. Ada juga yang asalnya bareng-bareng dari semester pertama sampai semester dua dipindah ke shift lain. Tinggalah tersisa orang-orang dengan npm 57-84.

Kelas praktikum yang isinya 57-84 ini yg aku rasain jadi kelas praktikum ter-ribut diantara shift praktikum kelas A (kayanya sih ini, tapi udah pasti deng ._.). Shift praktikum dengan jumlah laki-laki terbanyak diantara kelas A. Mungkin gara-gara itu juga jadi paling ribut haha. Ada yang nyanyi-nyanyi lah, gosip, ketawa ketiwi,  bahkan ngemodus. Udah diingetin sama hampir semua aslab yang ngaslabin kelas ini juga tetep aja gitu, ribut. Harus banyak sabar kalo ngaslabin shift praktikum ini hehe

57-84 ini juga kelas praktikum ter-modus. Hampir di setiap lab yang aslabnya cewek pasti dimodusin sama anak-anak cowonya, ga semua cowonya sih tapi hampir semua. Pokoknya siap-siap aja deh buat teteh-teteh yang ngaslabin kelas kita dimodusin hihi. Aku aja (dan kayanya semua penghuni shift 57-84) udah kebal sama semua gombalan dan modusan salah satu dan beberapa anak cowok di kelas praktikum ini.

Kelas ini juga kelas ter-beda. Maksudnya beda itu, ya ga sama kaya kelas-kelas praktikum lain. Waktu semester 3 shift praktikum ini dapet dosen yang lebih 'tegas' dari kelas yang lain di salah satu lab. Cara SCL (Student Center Learning) nya juga beda. Tapi, manfaatnya kerasa banget pas bikin laporan praktikumnya alias lapak. Setiap detailnya dijelasin dengan jelas. Ga cuma itu, semester ini juga tetep gitu. Tapi yang sekarang lebih kerasa banget manfaatnya, jadi kalo ujian praktikum ga terlalu tegang (semoga). Itu 'beda' yang menghasilkan efek positif. Yang negatif? gatau negatif gatau positif sih ini haha, kelas praktikum ini lebih sering kuis dibanding kelas praktikum lain. Pernah juga dikasih kuis modul buat minggu depannya lagi yang sama sekali belum dipelajari dan belum dibaca gara-gara ribut selama praktikum ck.

57-84 juga shift praktikum terwoles se-kelas A. Gimana engga, ngerjain lapak semalem sebelumnya. Kalo hari Jumat pagi, dimana shift lain pada ngegabung-gabungin bagian lapak satu kelompoknya di kelas, shift ini masih woles2 aja bolak-balik ke kantin, ngobrol, bengong, dll. Mau dibikin secepat apapun deadlinenya, pasti ujung-ujungnya deadline jadi h-1, bahkan h-beberapa jam. Bikin tugas kuliah yang dikumpulinnya minggu depan, anak-anak yang lain sehari setelah diberikan tugas langsung pada ngerjain, didiskusiin di kelas, nah kalo dari 57-84 kebanyakan baru ngerjain sehari atau bahkan semalem sebelum dikumpulin, close enough lah ya.

Itu lah 57-84, ribut, modus, beda, woles, tapi tetep cinta. Titik dua tereksitasi. ❤❤❤


Kamis, 09 Mei 2013

Bintang

Saat ini sedang hujan lebat
Langit menjadi sangat gelap
Tapi aku masih tetap bisa melihat bintang itu bersinar terang
:)

Kamis, 07 Maret 2013

Wortel, Telur dan Kopi

Jadi, pas lagi baca sebuah buku ada kisah inspiratifnya nih..
Ada seorang anak dan ayahnya. Suatu hari, si anak mengeluh tentang kehidupannya yang sulit dan penuh dengan masalah. Kemudian sang ayah mengajak anaknya ke dapur. Disiapkannya tiga buah panci yang berisi air sambil dipanaskan di atas kompor. Lalu sang ayah memasukkan wortel, telur dan kopi ke dalam panci-panci tersebut. Didiamkannya 3 buah panci tersebut selama kurang lebih 20 menit. Si anak tak mengerti apa yang dimaksud oleh ayahnya dan tak sabar untuk bertanya apa maksud dari semua ini. Setelah 20 menit, sang ayah menyuruh anaknya melihat hasil rebusan tersebut. Si anak pun mengambil masing-masing hasil rebusan.
"Wortel menjadi lunak, Telur menjadi keras, dan kopi merubah warna air dalam panci menjadi warna kopi, apa maksudnya yah?", kata si anak.
"Nah, itulah hidup. Tinggal bagaimana sifat kita setelah mendapatkan satu masalah, apakah kita menjadi lunak seperti wortel, keras seperti telur, atau mempengaruhi warna lingkungan sekitar kita seperti kopi".

Kamis, 21 Februari 2013

Aku dan Kamu

Ada orang yang tidak kunjung menemukan jodohnya hingga tutup usia. Ada juga mereka yang menikah muda. Ada yang diam-diam cinta. Ada yang tebar sini-sana. Ada yang memendam perasaannya. Ada yang tidak berani untuk sekedar menyapa. Ada yang berusaha sekuat tenaga. Ada yang selalu berdoa. Ada yang pasrah saja. Ada yang salah duga. Perihal jodoh memang tidak selalu sederhana. Di antara itu semua, di manakah aku dan kamu berada?

- kuntawiaji via tumblr

Jumat, 01 Februari 2013

Happiness is Simple

Suka liat kan hashtag #HappinessIsSimple atau #BahagiaItuSederhana di twitter atau dimanapun?
Itu bener kok, terbukti. Misalnya, seperti hal yang aku alamin. Keliling toko buku besar di kota Bandung sendirian, walaupun ga beli buku satu pun (emang lagi kurang dana aja tuh -_-) tapi tetep bikin seneng. Ga peduli jaraknya yg jauh-jauhan, bensin yang banyak kepake. Random memang, tapi tetep bisa bikin bahagia. Yang kedua, pagi-pagi mau belanja ke warung ketemu tetangga-tetangga dan senyum ke mereka yang ketemu di jalan. Hanya dengan memberi senyum, ga mesti keluar uang, tapi tetep bikin seneng dan bikin semangat menjalani hari.
Sebaliknya, punya barang-barang mahal plus merk ternama, punya gadget tercanggih, punya rumah sesuai impian, punya kendaraan paling bagus, punya uang banyak, dan sebagainya ga ngejamin datengnya kebahagiaan. Hal kaya gini udah sering ditulis sama banyak orang kok. Ngutip dari sebuah buku
money can buy amusements but not happiness
Bahagia itu relatif. Setiap orang punya kebahagiaan yang berbeda-beda, punya kebahagiaannya sendiri. Kebahagiaan itu bukan dicari, tapi diciptakan. So, ciptakan kebahagiaanmu sendiri :D

Hai~

*bersihin debu blog*

Senin, 02 Juli 2012

Selamat Jalan, Akhi

perpisahan, lagi-lagi perpisahan
Siang itu, aku benar-benar mengalami yang namanya petir di siang bolong.
Aku mendapatkan kabar bahwa salah satu kerabat dekat, sahabat, guru, teman SMA ku meninggal dunia. Tentu saja aku kaget, bukan aku saja tapi semua orang yang mendapatkan kabar itu. Jelas saja, alm tak pernah terdengar kabarnya, apalagi kabar sakitnya. Tangis pun pecah.
Itulah kuasa Allah. Jika Allah sudah berkehendak, maka jadilah.
Dua tahun sekelas, tidak sedikit kenangan yang diberikan. Tulisan di bawah pun hanya sebagian kecil dari semuanya.

Akhi.. inget ga akhi suka minjem catetan? inget ga semua orang-orang di kelas fotocopy jawaban LKS fisika akhi karena cuma akhi yang sangat semangat ngerjain lks fisika itu.
Akhi inget ga waktu akhi ulang tahun yang ke-17. Dimarahin sama guru Biologi, pas banget hari itu akhi giliran story telling, dan pulangnya semua orang di kelas kena serangan coklat kuenya akhi.
Akhi inget ga waktu kita kalah main uno trus disuruh bikin video, trus pas itu tuh lagi masa-masanya nge-cat kelas
Akhi inget ga waktu kita rame-rame ikut mipalicious di unpad.
Akhi inget juga ga waktu kita rame-rame belajar sekelas menjelang UN dan SNMPTN sepulang sekolah dan nonton film rame-rame di kelas sampe sore bangetdisaat kelas sebelah belajar bareng
Aku masih inget waktu besoknya tes masuk IT telkom yang jalur beasiswa, aku private fisika sama matematika ke akhi, belajar semua soal-soal yang memungkinkan buat keluar. Sabarnya mau ngajarin aku yang ga ngerti-ngerti fisika sampe sekarang.
Aku masih inget wajah akhi kalo lagi ngebully aku dan aku suka bawa-bawa umur biar aku menang, ketawanya akhi, trus kalo lagi ngumpul kelas suka ngabisin snack hehe :')

Masih ada catetan akhi buat aku di kertas pesan-kesan dari anak-anak sekelas waktu pertemuan terakhir pemantapan bahasa inggris: "Mba, mksh iia sdh bnyk bntu sy, trus sring minjemin bku ctetn. Klo nikah, jgn lupa ngundang2 ya ... hehe ..."
Aku juga masih inget, sebutan mba itu asalnya dari penjaga tiket di kebun raya cibodas bogor yang memanggilku dengan sebutan 'mba' dan aku sering marah kalo disebut dengan sebutan mba sama akhi.

Ini adalah sticker yg alm bikin buat setiap orang yang kenal dekat dengan alm. Alm menuliskan karakter yang berbeda sesuai dengan orang yang dituju olehnya

Selain itu, alm juga ngasih gantungan kunci bikinannya saat aku ulang tahun yang ke 18, dimana waktu itu lagi masa-masanya tegang nunggu hasil SNMPTN tulis. Alm bikin backgroundnya lambang ITB sama unpad (dan hal ini sering ditanya sama orang-orang), soalnya waktu itu aku pernah minta saran saat masa-masa sulit untuk mengganti pilihan mengikuti saran orang tua dan meninggalkan itb, impian dari kecil. Dan doa di dalam gantungan kunci itu pun terkabul, aku masuk farmasi unpad. Begitu pun boneka gajahnya, yg alm kasih nama 'Echa' katanya kependekan dari Ganeca dan alm bilang "itu semua semoga dapat memberikan motivasi agar dapat meraih cita-cita ukhti. Ya walaupun ga kuliah di ITB tapi ukhti harus punya kualitas yang tidak kalah dengan mahasiswa ITB dan ingat selalu mantra-mantra yang ada di belakang gantungan kunci itu"
Oh ya, 'mantra-mantra' yang di belakang gantungan kunci itu adalah pepatah islam diambil dari trilogi novel "Negeri 5 Menara". Ah ya, kita sama-sama nunggu novel terakhirnya keluar bukan? Nanti kalo udah terbit, aku kasih tau ke akhi deh :')




Yang paling sering diinget tentang alm itusuka bilang "Klo nikah undang2 ya" ke setiap orang dan alm bilang "ntar kita ngumpul lagi di acara nikahannya, hayo siapa yang duluan nikah" Karena itu juga alm sering disebut ustadz cinta haha :')
Kalo ada acara masak-masak kelas juga, alm suka bantuin ikut masak. Mengucapkan salam juga. kalo ngirim sms ke alm tanpa mengucapkan salam pasti tetep dibales sama "Waalaikumussalam w.w" sebagai teguran halus untuk mengucapkan salam terlebih dahulu. Satu lagi yang khas dari alm itu emot --> n_n

Agak menyesal juga, mengapa kita harus berhenti saling cerita, saling kontak semenjak keluar dari SMA dan mendapatkan tempat kuliah masing-masing. Kata maaf dan terima kasih pun belum sempat terucap, bahkan melihat wajah terakhirmu secara langsung pun tak sempat. Maaf, kalo aku masih suka nangisin akhi, aku tau kalo aku nangis akhi juga sedih, hanya saja masih dalam tahap pembelajaran untuk mempelajari ikhlas secara menyeluruh. Untuk menulis ini pun, aku mencoba untuk tidak mengeluarkan air mata setetes pun, namun ya tau lah..
Terima kasih buat semua yang telah akhi berikan
Terima kasih buat semua saran dan solusi saat aku ada di masa-masa sulit baik itu saat berhubungan dengan hati atau pun saat sulit pindah pilihan
Terima kasih telah menjadi guru yang sabar
Terima kasih buat semua kenangan-kenangannya
Terima kasih telah memimpin kelas dengan sangat baik, akhi memang sosok pemimpin yang patut diteladani
Terima kasih banyak memberikan pelajaran berharga buat aku, tentang ikhlas, tentang kesederhanaan, tentang kekuatan. Akhi adalah sosok terkuat yang pernah aku kenal.


Ya, sahabat sepertimu sangatlah sulit dicari dan sulit untuk dilupakan. Allah sayang sama akhi, semua orang sayang sama akhi. Lihat, begitu banyak yang mendoakan yang terbaik untuk akhi.
Selamat jalan sahabatku, Ujang Wahyudin, semoga kita dapat dipertemukan kembali di Syurga-Nya yang indah nan abadi kelak nanti :')


Kamis, 12 April 2012

Jadi, Kemarin itu UTS Farset?

Jadi, ujian praktikum farmasetika itu gini ya seninya. Bawa bawaan kaya gini yang biasanya nemenin malming di rumah

belum lagi bawa labkit yang isinya begini karena belum tau kebagian bikin sediaan apa

bikin jurnal kotor yang biasanya dikerjain berjam-jam di rumah dan (selalu) dengan bantuan dari alumni SMF, kemaren harus beres  dalam waktu 90 menit udah termasuk bikin sediaannya dan kebagian kapsul! jengjeng. Rasanya ituu: panik! saking paniknya dari yang harusnya 12 kapsul cuma beres 9 kapsul ._.

Seru sih *bohong ga ya? :p* tapi karena ada unsur tegang dan paniknya itu yang bikin ga karuan dan ada embel-embel UTS nya. tapi yang kaya gini bikin mikir, ini tuh belum ada apa-apanya gimana nanti kalo ngadepin pasien? Hm semangat ah, walaupun masih sering ngeluh *maaf ya Allah :(*

Hasilnya ya gimana ntar deh, serahkan semuanya sama Allah. Semoga diberikan yang terbaik. Keep calm and spirit supaya nama di etiketnya bisa jadi kenyataan aamiin


Sabtu, 18 Februari 2012

Should we give our money to beggar?

Have you ever give your money to beggar on the street? Do you believe if they're not lie? It's all up to you whether you give or no your money to beggar. Here is some of my opinion about that thing.

Nowadays, almost in every public place there are so many beggars. It is not a strange thing anymore. Even the beggars seems more and more each day. Sometime, their look is so miserable, so people will feel sympathy to them and give them money. More people who give money, more beggars will stay in every public place. That is what always happened. Giving money is one of philanthropy activity, but it will be bad if it is done to beggars. Giving money to beggar will not help them, not only making them lazy but also making it possible that the money would be given to wrong person. Then, it might result in increasing crime. 

In the first place, giving money to beggars will make them lazy. They are habitual to beg to people. They will not try to find another job for their better life. They think, just by begging, they can make a lot of money. They just stay in a public place and ask money to people who pass in front of them. How easy they got money. In some cases, there are some beggars who make begging as their job. What do you feel if beggars whom usually you give money have bigger income than yours? You must feel so regretful for giving them money. But, that what is happening now. Their income from begging is more than other people’s income who work in office. For example, in Jakarta, there is a beggar who comes from Madura. His name is Cahyo[1]. He can get money as much as two hundred thousand rupiah in a day. It means, in a month, he can get more or less six millions rupiah. That is of course not a little number. Whereas in Islam, earn money by begging, but still able to work is not allowed. Because it cause lazy and make beggars lazy to work even though they can. So that, if you give your money to beggars, you let them keep their laziness.

Second, giving money to beggars makes possible that the money would be given to wrong person. Nowadays, to differentiate which is real beggar or fake beggar is a difficult thing. Some beggars pretend to be very poor by wearing bad clothes and making their face, hair and hands as dirty as they can. Even there are beggars who make fake scar on their body or pretend to make their body stump to make people feel pity to them, so they can get more money. Some beggars also pretend to be blind, so people will think no more chance for them to take any job. Besides given to fake beggars, our money also may be given to beggars who spend their money for drugs. They spend all of their money for drugs because they addictive to it and for keeping themselves alive, they must buy drugs by more money. People who give money to them means let them continue their bad habit and harm themselves. Giving money to beggars is also making possible that the money would be given to person who contribute their money to crime. They may use the money for buy some alcohol then they do criminal thing under their consciousness.

The third effect from giving money to beggars is it will increase crime. Giving money to beggars will make a lot of deception. For example, beggars who pretend asking money for charity for orphans. They bring all of property such as pictures, proposal, or some letters to make people sure with what they have said. Giving money to beggars makes children exploitation increase. People will be more sympathetic to kid beggars than old beggars. Because of that, so many parents make their children become a beggar to earn more money. Sometimes, their baby also became their property to get more sympathy from people. So, people will give them more money. It is bad for their baby’s growing because their baby must sniff air pollution every single day. Moreover, nowadays so many babies are rented for begging like in Semarang[2]. Beggar who wants to bring baby for getting more money, just rent the baby from baby rent and pay the payment. Children violence also will increase. It happened because sometimes children, who do not want to beg like what their parents ask, get cruel traits from their parents. There is also children violence that caused by scramble area between fellow beggars. So indirectly, giving money to beggars can become a dangerous thing.

               In brief, giving money to people who down on their luck is not bad. But, you must think twice if you want to give your money to beggars. Because, by giving your money to beggars, you will not help them solve their poverty problem. It just makes them lazy to work. Even, begging can become a profession because of its big income. Your money also may be given to wrong person such as drugs addict, then it will increase crime. But all of that reason is not preclude for you to do this philanthropy activity. If you want to help beggars, you would better give them some useful things such as clothes, food, etc. If you want to give them money, you would better give it to a charity organization. So, by doing that you will not give contribution on their bad habits and help them to always try improving their life into better life.So, do you want to still give them money? It depends on you :)

Dari Hati

Haloooo ngomong-ngomong itu judulnya lebay juga ya, yaudah sih biarin. Lama banget ga posting, ga ada waktu (libur 2 bulan, ga ada waktu?? oh maaaan). Oke kembali ke topik. Jadi, hari ini tuh konser perdana aku (ciye). Hari ini ada konser angklung, bukan konser sih ya tampil biasa lah gitu di acaranya JMKI(Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia) di farmasi unpad. Ga sia-sia latihan selama 2 bulan, hasilnya bagus buat aku yang perdana main angklung hehe. Kenapa angklung? Entah, aku selalu tertarik sama alat musik bambu yang satu ini. Sayangnya waktu SMA ga ada ekskul angklung siih, yg ada juga cewenya malah disuruh jadi penarinya :|
Latihan 2 bulan itu ga kerasa. Dari pertama kali megang angklung, belajar cara-cara maininnya, sampe bisa dimainin bareng-bareng, semuanya berjalan begitu cepat. Sama sekali ga ada rasa bosan, jenuh, cape. Entah kenapa yang ada malah semangat terus kalo ada latihan. Ya mungkin memang begitulah kalo ngejalanin hal yang kita suka, semuanya dijalanin dari hati, ga ada paksaan, ga ada keraguan, semuanya dijalanin dengan sukacita.

Sabtu, 31 Desember 2011

2011 :')

Several hours left to 2012. As usual, I will write the kaleidoscopes during 2011 and a little bit of my resolution in 2012. So many sweet and bitter things, happy and sad moments passed during 2011. Perhaps this year is the most unexpected year. Maybe 2011 is my year. Because in this year I had to fight for my national exam and test to college.

In January 2011, I went to kebun Raya Cibodas, Bogor with my beloved schoolmates. That place is sooooo wonderful! If I could, I wanna stay there longer.  Unluckily, the weather wasn’t support us for doing some refreshing. But, it wasn’t inhibit us to do some happiness things and took many pictures haha







In March 2011, I followed a scholarship test in ITT Telkom for my alternative but I couldn’t pass it. I didn’t too mind it. Since the first time I felt pessimist because the test including my enemy: physics!
In March also, I went to my dream college with my bestfriend. Yap we had the same dream university but different major. We took many pictures in our own dream faculty and we dreamed how if this place could be our college, our place for study. Hmm dream, that’s just dream :’)



In April 2011, all of third grade senior high school students followed national exam. This is the last time I gathered with my schoolmates in formal time, completely. How I truly miss my senior high school’s time. If people said that senior high school’s time is the greatest time, the most beautiful time, the most wonderful time, that’s true! :’)

In May 2011, announcement national exam’s result! Can you guess? Yeah of course al of third grade student in my school passed it. But in May, there’s the bitterest thing I ever felt. The bitterest thing is when I didn’t pass snmptn undangan and any other test for pmdk. Yeah at that time I had to fight harder for getting my dream college. I also had to change my dream college which is ITB with another college in the same major. Hmm that’s the hardest thing to do, I think. Because that’s my dream since I was in junior high school.
Last day in May, I followed snmptn tulis. That’s the first day. I felt pessimist because the questions is out of my expectation. So many mistakes were found on my answer. Argh, that’s really a black day ever. Gosh!
in May also there's the last moment with my schoolmates, pawidya :')




















in may, after try out me and my course friends took some photos
















June 2011. snmptn, my birthday and the red letter day. In the first day, that’s the second day of snmptn tulis. I just could pray more at that time. 10th is my birthday! \^^/ my prayer was come true in the last day of June :’)
Last day in June, the best moment I ever felt! The sweetest moment is when I passed snmptn tulis. You must believe that in every cloud has a silver lining! It happened to me. I failed in snmptn undangan but God has another best plan, I passed snmptn tulis in a college I want. My mother burst into tears at that time. Thanks God, finally I saw the best smiles from my parents :’)


July 2011, i got this from my parents as a snmptn present :D








August 2011, first time to college, mabim, and other exhausting activities. Pfffft. Wait waiiiit, thanks God I found them :’)















September-October 2011, the final report of practicum and mabim’s task made me busy and forgot the time. Imagine, three months felt like 1 week. Oh my God.. they really diverted my life o.0 but in this month, all of pharmacy student passed mabim, yaaaay! 


Ah ya, in this month also i joined as staff for PRAMA




November 2011, OOTRAD at unpad dipati ukur \^^/

















December 2011, I followed final exam. It left panda’s eyes on me since I had to study until dawn. I wish I can get the best result from my first final exam in college. Aamiin >.<
and I met again my schoolmaaates












yaa must more grateful, this year better than 2010 :') hope next year will much better than this year

Jumat, 16 Desember 2011

Kisah Seorang Kakek dan Dagangannya

Salah satu temanku posting mengenai hal ini di group facebook. Di kampusku tercinta, di Jatinangor, ada seorang kakek tua yang sering berjualan keliling kampus. Aku pun sering melihatnya di fakultasku. Kasihan memang, melihat seorang kakek yang sudah tua dan renta menyodorkan barang dagangannya ke mahasiswa di sana. Setiap ada kumpul angkatan, pasti ada kakek itu menawarkan barang dagangannya dengan suara yang pelan dan nyaris tak terdengar. Terkadang aku tak tega melihatnya berjualan keliling kampus yang super luas hemm inilah kerasnya hidup.
cerita lebih lanjut>>

Senin, 05 Desember 2011

read this

Sebuah Cerita Tentang Kuliah

Lama nih ga nulis, sibuk kuliah dan tugas, belum lagi waktu pas masa-masa ospek dulu *derita mahasiswa tingkat awal*
setelah kurang lebih 5 bulan menggeluti carut marut kehidupan kampus, aku merasa semuanya jauh sangat berbeda dengan kehidupan putih-abu. salah, jika anda mengira kuliah itu sesantai yang ditayangkan di ftv-ftv stasiun tv swasta. bisa haha-hihi kapan aja, bisa pulang kapan aja, bisa nongkrong kapan aja, banyak waktu kosong dan sebagainya. *kalau jadwal kuliah nyantei apa engga sih itu gimana fakultasnya*. Berhubung aku berada di fakultas yang tingkat kesibukan dan kepadatan jadwalnya tinggi jadi ya ga ngerasain hal itu.

Kuliah. hm kuliah..
ekspektasinya sih ya itu tadi yg kaya di ftv-ftv. Tapi....
kuliah itu ga sempet belajar di rumah
kuliah itu ga sempet main
kuliah itu bikin jurnal terus
kuliah itu bikin lapak terus
kuliah itu bikin ngebatin terus
kuliah itu ga tidur
kuliah itu tidur waktu dosen nerangin
kuliah itu deg-degan takut sebelumnya ada kuis
kuliah itu utsnya suram
kuliah itu bikin jajan terus
kuliah itu ngecengin senior

Belum lagi waktu masuk ke masa-masa jenuh. Rasanya males ngerjain apa-apa. Bawaannya pengen tidur mulu lah, main lah, dsb. Dan.. yang lebih saya rasakan adalah individualisme. Setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan apa yang mereka mau dengan caranya sendiri. Mau ada temen yang ketinggalan kek, apa kek, ini kek, itu kek, ga peduli yang penting tercapai. Tapi hal itu ga terlalu mencolok sih di fakultas saya karena waktu mabim diajarkan untuk peduli *walaupun hanya terasa pada masa itu*

Ada lagi, berjam-jam di lab menjadi hal yang biasa sekarang. Bahkan nanti mungkin ada yang nyampe seharian. Jadi, ini belum seberapa. Masih banyak hal yang lebih berat di depan sana yang mau tak mau harus dihadapi.

Tapi, di lain sisi aku punya pewarna baru yang bikin semangat waktu lagi males, bikin senyum waktu lagi sedih, dan siap membantu kalau ada kesulitan,




Agak aneh memang tulisan kali ini, tidak terstruktur. Ya ini efek nulis di tengah mengerjakan tugas #alibi. *lanjut mengerjakan tugas*